Tampilkan postingan dengan label Gaget Berbisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaget Berbisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2011

BlackBerry Buatan Malaysia Tetap Diburu Konsumen

detail berita 
Pabrik BlackBerry di Penang, Malaysia (Foto: Orienty)

 
 
JAKARTA, Dirgantara Info Media - 
Sempat menimbulkan pro dan kontra, pada kenyataanya BlackBerry buatan Malaysia tetap laris diburu oleh konsumen di Indonesia. Mereka masih tidak peduli dari mana asal handset besutan Research in Motion (RIM) itu dibuat.

Penelusuran okezone di sejumlah pusat toko ponsel di ITC Roxy, hampir semua BlackBerry buatan negeri Jiran itu sudah ludes terjual. Bahkan yang tersisa kini hanya BlackBerry buatan Hungaria. Sebelumnya di pasaran, BlackBerry yang tersedia hanya buatan Hungaria, Meksiko dan Kanada saja.

"BlackBerry buatan Malaysia sudah ada sejak sebelum Lebaran. Dari semua tipe yang paling laris adalah Gemini 8520 dan 9300," ujar Yuli dari toko Sonic Phone, saat ditemui di tokonya, Rabu (21/9/2011).

Sementara Yanto dari toko Harvest mengatakan bahwa BB buatan Malaysia dan Taiwan kini sudah mendominasi tokonya ketimbang yang buatan Meksiko maupun Hungaria.

"Tapi untuk penjualan tetap sama saja, pengguna tidak terlalu peduli mengenai pabrik asalnya" kata Yanto, seraya menambahkan bahwa seri Cavler / Gemini 3G buatan Malaysia tetap merupakan yang terlaris.

Sama halnya seperti yang diutarakan oleh Rizky dari Sellular Shop. Ia mengatakan bahwa konsumen tidak terlalu mempermasalahkan tempat dibuatnya BB. "BB buatan Malaysia maupun buatan tempat lain tetap sama saja," ujarnya.

"Di toko kami BB Malaysia yang paling laris tetap tipe Gemini Curve 3G," pungkas Rizky. (tyo) 

Sumber : Okezone 
 
Berita Terkait : 

BlackBerry 'Made In Malaysia' Sudah Jejali Pasar Indonesia

detail berita 
Ilustrasi BlackBerry (Foto: Dok okezone)



JAKARTA , Dirgantara Info Media - 
Dibukanya secara resmi pabrik Research In Motion (RIM) di Malaysia ternyata sudah mulai terasa dampaknya di pasar lokal, karena BlackBerry (BB) rakitan Negeri Jiran tersebut sudah mulai membanjiri pasar ponsel Indonesia.

Sebelumnya di pasar lokal, BlackBerry yang tersedia hanya buatan Hungaria, Meksiko dan Kanada saja. Namun kini BB 'Made in Malaysia' sudah mulai banyak ditemui di pusat pertokoan.

"BlackBerry buatan Malaysia sudah ada sejak sebelum Lebaran. Dari semua tipe yang paling laris adalah Gemini 8520 dan 9300," ujar Yuli dari toko Sonic Phone ITC Roxy Mas, yang ditemui okezone, Rabu (21/9/2011).

Desi dari toko Big Selindo pun berbeda pendapatnya, ia mengatakan bahwa BB Malaysia terlaris adalah tipe Torch 9810.

Sementara Yanto dari toko Harvest mengatakan bahwa BB buatan Malaysia dan Taiwan kini sudah mendominasi tokonya ketimbang yang buatan Meksiko maupun Hungaria.

Penelusuran okezone ini tentu saja mematahkan spekulasi Menkominfo Tifatul Sembiring yang masih belum percaya kalau produsen asal Kanada itu membangun pabriknya di Malaysia. Karena seperti dikatakan Dubes Kanada, yang disampaikan Tifatul, produsen Blackberry ini belum punya rencana sama sekali untuk membangun pabrik di Negara Jiran tersebut.

"Saya mengenai RIM masih bingung, kemarin open house hari pertama lebaran, Duta Besar Kanada datang ke rumah saya, dan Duta Besar Kanada sendiri mengatakan belum mengetahui masalah itu," jelas Tifatul dalam acara  Broadband Indonesia Forum di Kempinsky. (tyo) 

Sumber : Okezone 

Berita Terkait : 
BlackBerry Buatan Malaysia Tetap Diburu Konsumen

Kamis, 15 September 2011

Tarif Haji Telkomsel Semurah Operator Lokal di Arab Saudi

TELKOMSEL
Dalam peluncuran layanan Telkomsel Haji 2011, Rabu (14/9) pagi di Jakarta 
Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno juga melepas dua karyawan 
Telkomsel yang akan bertugas di Posko Haji Telkomsel di Tanah Suci diiringi 
doa selamat oleh Ustad Nur Maulana selaku Brand Ambassador Telkomsel Haji 2011


JAKARTA, KOMPAS.com - Mengantisipasi musim haji 2011, Telkomsel mempersiapkan tarif khusus bagi para pengguna agar tetap dapat terhubung selama di Tanah Suci. Layanan dengan tarif yang diklaim semurah tarif operator lokal di Arab Saudi ini dilakukan Telkomsel dengan menggandeng Zain, operator terbesar ketiga di sana.

"Para jamaah tidak perlu mengganti SIM card Telkomsel selama berada di Arab Saudi," kata Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno di Jakarta, Rabu (14/9/2011). Ia mengatakan, dengan layanan ini, jamaah haji bisa lebih fokus menjalankan ibadah haji sehingga diharapkan bisa menjadi haji yang mabrur.

Untuk melakukan panggilan telpon dan video call ke semua operator di Tanah Air, pelanggan hanya dikenakan Rp 6.000 per menit, terima telpon Rp 2.500 per menit, kirim SMS Rp 900 per SMS, serta gratis menerima SMS dari semua operator. Khusus untuk pelanggan kartuHALO ada tarif hemat layanan data Rp 100/10kb untuk pemakaian internet dan BlackBerry, dengan pembayaran maksimum Rp 50.000 per hari (APN BlackBerry) dan Rp 150.000 per hari (APN non BlackBerry).

Telkomsel juga menyediakan paket hemat layanan data bagi pelanggan paskabayar maupun prabayar yang sedang menjalankan ibadah haji. Pelanggan dapat membeli paket unlimited data roaming 3 hari seharga Rp 200.000 ataupun 7 hari dengan harga Rp 450.000. Ada juga ragam paket unlimited BlackBerry Telkomsel yang menyajikan tarif hemat Rp 45.000 untuk paket 1 hari, Rp 130.000 untuk 3 hari, Rp 300.000 untuk 7 hari, dan Rp 850.000 untuk 20 hari. Untuk menikmati ragam paket hemat layanan data dan paket unlimited BlackBerry, pelanggan cukup menghubungi *123# dari ponselnya lalu pilih menu ”Internet&BBHaji”.

Demi kenyamanan pelanggan dalam berkomunikasi di Tanah Suci, Telkomsel menyediakan call center 1111 yang gratis diakses dari Arab Saud dan beroperasi selama 24 jam dan merupakan call center layanan haji pertama di Indonesia. Di samping itu, Telkomsel juga membuka posko pelayanan pelanggan dan customer service berbahasa Indonesia.

Posko pelayanan di Madinah terletak di Hotel Al Andalus, serta Mekkah berlokasi di Hotel Grand Zam Zam, Restoran Bin Jawee lantai P4, dan Amani Gift Shop lantai dasar. Dengan mengunjungi Posko Layanan Haji Telkomsel, pelanggan mendapatkan beragam layanan kebutuhan komunikasi seperti ganti kartu, aktivasi SLI/ International Roaming, blokir, open blokir, aktivasi 3G, penjualan paket perdana dan juga voucher pulsa prabayar.

Sumber : Kompas

Menguak Kemitraan Kedai Kopi Luwak


Tribune Lampung




KOMPAS.com — Kopi luwak terkenal sebagai kopi paling mahal di dunia. Kopi yang sejatinya berasal dari kotoran atau feses musang (Paradoxurus hermaphroditus) yang masih berbentuk biji kopi ini disuka lantaran mempunyai tingkat keasaman yang rendah.

Pamor kopi luwak yang sudah mendunia inilah yang membuat Mifta Khur Rokhman berani menawarkan usaha Mr Luwak Coffee kepada khalayak pada Maret 2011. Mifta sendiri baru membuka usaha kopi luwaknya ini pada Desember 2010. Kini Mifta sudah punya tiga gerai milik sendiri di Gresik, Surabaya, dan Malang.

Mifta mengaku, untuk tawaran kemitraan itu, dia sudah mendapat penawaran kerja sama dari beberapa calon di Batam, Bandung, Lumajang, dan Surabaya.

Walau menyuguhkan kopi luwak asli, Mifta tidak menempatkan Luwak Coffee sebagai minuman kelas atas. "Mr Luwak Coffee menyasar semua kalangan," ujarnya.

Bahan baku kopi Mr Luwak Coffe adalah kopi jenis arabika dari kotoran musang yang ditangkarkan di kawasan perkebunan kopi di Lampung Selatan. Menurut ahli kopi, kopi luwak hasil penangkaran tergolong sebagai kopi luwak kelas dua. "Yang kelas satu adalah kopi luwak dari musang yang masih liar," tutur Mifta.

Kopi luwak hutan menjadi kopi paling mahal karena rasanya paling enak. Namun, untuk mendapatkan kopi luwak hutan jelas sangat susah. Itulah sebabnya Mifta memilih memakai kopi luwak penangkaran. "Rasanya hampir mirip dengan kopi luwak asal hutan," klaimnya.

Untuk menjadi mitra Mr Luwak Coffee, Mifta menawarkan paket investasi senilai Rp 10 juta. Investasi itu di luar sewa tempat. Dengan investasi sebesar itu, calon mitra akan mendapatkan tempat berjualan, yaitu booth, paket promosi, perlengkapan dan peralatan, serta bahan baku untuk 210 cangkir kopi.

Karena mengusung konsep kemitraan, Mr Luwak Coffee tidak membebankan royalty fee kepada mitra. Mitra hanya diwajibkan untuk membeli bahan baku kopi luwak yang dikemas dalam bentuk saset. "Jadi, tinggal diseduh. Lebih praktis dan cepat," kata Mifta, berpromosi.

Mifta menjual satu pak kopi luwak isi 25 saset seharga Rp 250.000 plus gula Rp 100 per saset isi 3 gram. Mifta juga mengharuskan mitra membeli creamer seharga Rp 15.000 per botol untuk 50-100 cangkir.

Kepada mitra, Mifta mematok harga jual Rp 15.000 per cangkir. Harga itu memang jauh lebih murah dibandingkan dengan menikmati kopi luwak di restoran atau kafe lain.

Jika konsumen ingin menambah krim, dikenakan tambahan biaya Rp 1.000 per cangkir sehingga harganya menjadi Rp 16.000. Dengan target penjualan 30 cangkir per hari, omzet mitra diperkirakan sebesar Rp 450.000 sampai Rp 500.000 per hari. Jika target tercapai, mitra balik modal setelah empat bulan.

Menurut Ketua Dewan Pengarah Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Amir Karamoy, bisnis kopi luwak sangat menarik, bahkan bisa bagus di pasar ekspor. Namun, harga yang sangat murah malah akan menjadi bumerang karena bisa menjadi sumber keraguan keaslian kopi luwak. "Terkadang kopi luwak sudah dicampur dengan kopi lain sehingga nikmatnya berkurang," katanya.  
(Handoyo/Kontan)

Sumber : Kompas 

Rabu, 03 Agustus 2011

Siapa yg Mau Pesan...... Mukenah

Produk Mukena Flower

Bahan Hyget Super, Insya Allah nyaman untuk di pakai..



 


 

INFORMASI  &  PEMESANAN :

08161189289 / Add : Ria Alfarysy

 

Sumber : Jilbab Al Bayyinah