Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 September 2011

Nongkrong di Malioboro-nya Moskwa

 
Aji SuryaMelukis wajah di Arbat Stree


KOMPAS.com - Pelancong kota Moskwa wajib bertandang ke Old Arbat Street. Di sini, semua keperluan wisatawan akan dipenuhi, mulai sejarah, lukisan, musik, hingga urusan suvenir. Masukkan segera dalam daftar wajib kunjung.

Arbat adalah salah satu jalan yang paling terkenal di jantung kota Moskwa yang panjangnya hanya 1,2 km. Bermula di Arbatskaya Square dan berujung di Smolenskaya Square. Inilah jalan tertua di ibukota Rusia yang disebut-sebut dalam sebuah catatan tahun 1493. Mirip-mirip sedikitlah dengan Malioboro-nya Yogyakarta.

Bila datang dari arah Smolenskaya Square, maka Anda pertama kali akan disuguhi sebuah pameran raksasa, salah satu gedung dari the Seven Sisters yang saat ini dipakai sebagai Kementerian Luar Negeri Rusia.

Bangunan pencakar langit kerucut itu rancang bangunnya tidak lepas dari campur tangan orang nomor wahid saat itu, Stalin lalu Khrushchev. Sampai kini, di banyak bagiannya, masih terpampang logo palu arit yang sengaja tidak dihapus sebagai kenangan perjalanan sebuah bangsa.
Old Arbat tempatnya oke punya dan nyaman abis. Datanglah dengan metro bawah tanah, sebab menggunakan mobil akan sulit untuk dapat parkir. Di sini pelancong hanya bisa jalan kaki saja, kendaraan dilarang masuk.

Dengan lebar 50-an meter, kita bisa melenggang menikmati suasana bersama turis dan penduduk setempat. Di saat matahari mencorong di bulan Juli-September, Anda dijamin akan betah di sini lebih dari setengah hari.

Suasana yang tercipta, uh susah digambarkan. Di sisi kanan dan kiri jalan terdapat puluhan toko cindera mata seperti matrioska, syal, kaos, amber, gantungan kunci, topi rusia dan tempelan kulkas.
Pedagangnya ramah dan banyak yang bisa mengucapkan kata-kata bahasa Indonesia. “Mari kesini. Anda dari Indonesia?” teriak mereka dari pintu toko. Bila Anda masuk, pilih-pilihlah dengan baik lalu tawarlah menggunakan bahasa Inggris.

Jangan cepat menyerah dan kalau terlalu mahal bandingkan dengan toko sebelahnya. Pada musim dingin saat turis berkurang, barang dagangan di sini bisa turun sampai 30-40 persen dari penawaran pertama. Namun di musim panas, sesuai hukum pasar saat banyak permintaan, maka hanya bisa dinego maksimal 30 persen saja.

Di antara dagangan yang cukup mahal namun banyak dicari adalah amber, yaitu fosil pohon berwarna coklat cerah. Benda ini konon hanya ada di belahan utara bumi. Bentuknya macam-macam, ada yang sudah dijadikan liontin, kalung ataupun gelang.

Harganya sangat tergantung keunikan serat yang ada di dalamnya. Bila sempat melihat amber yang di dalamnya terdapat binatang, itu umumnya adalah amber yang dihancurkan dan dicetak ulang dengan memasukkan serangga ke dalamnya.

Di tengah-tengah jalan sepanjang Arbat terdapat banyak sekali pelukis wajah. Mulai yang sederhana, motif karikatur, natural dan lainnya. Semakin sulit pembuatannya maka harganya semakin mahal.

Paling murah 100 rubel atau 3,5 dolar dan yang rumit sekitar 20 dolar. Anda tinggal duduk sambil menikmati keadaan dalam kurun waktu setengah jam. Sementara sang pelukis dengan asyiknya menorehkan kuasnya di atas kertas atau kanvas.

Lalu apa yang bisa dinikmati sambil digambar? Oh... terlalu banyak. Pertama, telinga kita akan dihibur oleh aneka musik jalanan yang boleh dibilang pada tingkatan setengah profesional.
Ada kelompok yang memainkan musik klasik, gitar tunggal, sampai lagu-lagu rock anak muda sekarang. Bahkan mereka juga sangat suka menyanyikan lagu Barat yang pernah diharamkan oleh kakek nenek mereka.

Adapun kedua mata kita akan dimanjakan dengan beraneka atraksi di sepanjang jalan. Ada pesulap yang dikerumuni oleh para penonton. Ada aksi pelukis gambar abstrak dengan menggunakan pilox.

Ada pantomim. Ada juga sekelompok pemuda yang bergantian menari break dance. Semuanya menaruh topi di dekatnya dengan harapan para penikmat berkenan untuk merogoh kocek.
Selain itu, dipajang pula di jalan Arbat lama ini berbagai lukisan baru dalam berbagai ukuran. Umumnya lukisan tentang Rusia di musim dingin yang penuh salju, musim gugur yang serba warna kuning, ataupun kehidupan masyarakat setempat.

Selain itu, dijual juga berbagai lukisan tentang keindahan kota Paris. Maklumlah, Rusia adalah gudangnya pelukis yang mampu menorehkan kuasnya dalam aneka imajinasi.

Bila perut Anda tiba-tiba keroncongan, jangan khawatir. Makanan dunia tersedia semua di sini. Bila menginginkan yang bernuansa Rusia, pilihlah restoran Kartoshka dan Mu Mu.
Kalau ingin warna Amerika silakan datang ke McDonald’s, Starbucks, Dunkin Donuts atau Hard Rock CafĂ©. Mau berbau Tuki? Disana ada restoran Sashlik Mashlik yang menyediakan sate ukuran besar (sashlik) sampai dengan kebab.

Bahkan saat ini terdapat beberapa stan yang khusus menyediakan bir Jerman atau pizza Italia. Sangat disayangkan memang, di antara restoran yang ada belum terdapat warung Padang.
Jangan lupa, Arbat kuno itu juga memiliki sejarah yang sangat panjang. Pada abad ke-18, daerah yang merupakan pinggiran kota Moskow saat itu, dijadikan tempat mangkal para saudagar dan orang-orang terhormat dari wilayah Timur yang datang dengan karavan.

Mereka menikmati area ini sambil minum kopi dan menjajakan dagangannya. Di masa kejayaan komunis, Arbat dijadikan perumahan elit para penguasa negeri. Inilah tempat pertemuan di Rusia yang penuh cerita.

Di antara peninggalan penting di Arbat kuno ini adalah tempat tinggal seorang pujangga terkemuka Rusia, Alexander Pushkin (1799-1837). Pria rambut keriting itu tinggal di rumah nomor 53 yang kini dijadikan museum untuk mengenang kebesarannya. Sedangkan pujangga lain, Tolstoy, tinggal tidak jauh dari Arbat.

Untuk mengenang jasa-jasanya, sampai saat ini terdapat patung Pushkin dan istrinya, Natalia Goncharova usai pernikahan mereka di gereja Kristen Ortodoks terbesar yang tidak jauh dari situ.
Patung dalam ukuran dua setengah lipat dari aslinya itu selalu saja mematik perhatian para pelancong. Mereka merasa belum sampai Arbat bila belum berfoto bersama patung sang pujangga dan istrinya.

Pushkin memang sangat dikenal sebagai sastrawan yang luar biasa. Karya-karyanya menjadi kajian ilmiah sampai saat ini, seperti puisi the Stone Guest, Mozart and Salleri atau Eugene Onegin.
Selain itu, Pushkin juga dikenal sebagai peletak bahasa Rusia modern. Dialah yang mengemas kaidah-kaidah bahasa Rusia sehingga mudah dipahami dan dipelajari oleh siapapun termasuk Leo Tolstoy dan Nikolai Gogol.

Yang tragis adalah percintaan antara Pushkin dan istrinya, Natalia. Menurut cerita, Pushkin mendapatkan istrinya yang dikenal sangat cantik itu dengan susah payah. Saingannya pun tidak tanggung-tanggung, seorang Tsar Nikolas! Tidak heran, Pushkin sangat mencintai istrinya yang jelita.

Suatu saat Pushkin mengendus istrinya tergoda oleh pria kenalan mereka, George D’Athens, anak angkat Duta Besar Belanda. Meskipun kecurigaan itu tidak pernah terbukti, namun api cemburu sudah membakar hatinya dan tidak bisa dikuasai.

Untuk mempertaruhkan harga diri, Puskhin menantang George untuk duel menggunakan pisau di kota St. Petersburg. Sayang seribu sayang, akhir cerita Pushkin harus tumbang di ujung pisau George pada siang hari bolong di bulan Januari 1837.

Kematiannya membuat shock pemerintah dan masyarakat. Agar rakyat tidak marah dan melakukan amuk massa, maka diam-diam jasad Pushkin dimakamkan di sebuah gereja kecil tidak terkenal.
Beberapa puluh tahun kemudian pemerintah baru mengakui jasa Pushkin dan patungnya didirikan di kota Moskow pada tahun 1880. Kini patung Pushkin didirikan di mana-mana, termasuk di Arbat.
Karenanya, sungguh disesalkan bila datang ke Moskwa tidak menyempatkan diri menikmati tempat bersejarah ini. Bagi Anda yang ingin menikmati Arbat lebih lama lagi, maka tidak jauh dari sini terdapat beberapa hotel dan hostel.

Khusus penginapan kelas hostel bisa menampung enam orang dalam satu kamar. Harganya relatif miring atau pada kisaran 20-50 dolar per-orang. Pelayanannya  bagus dan ruangannya bersih.   Di atas semuanya, saya sebenarnya cukup khawatir. Ketika pulang dari Old Arbat Moskwa, Anda akan terinspirasi menjadi seorang musisi, pelukis, pedagang atau bahkan sastrawan, menyaingi ketenaran Rendra yang berdarah Rusia itu. Siapa tahu?
(M. Aji Surya adalah diplomat Indonesia pada KBRI Moskwa, ajimoscovic@gmail.com)

Sumber : Kompas

Gembok, Segel Cinta Mati ala Rusia

 
Aji Surya : Menikmati pohon gembok cinta



KOMPAS.com - Cinta adalah sebuah kata yang lengket dengan jutaan makna. Bila harus disimbolkan, bisa berupa sebuah pesawat jet atau hanya selembar kertas berisi satu kata. Bagi sebagian orang Rusia, cinta harus dimaknai sebagai sebuah kekuatan. Oleh karena itu, disimbolkan dengan gembok.

Sejak zaman kuda gigit besi, simbol merupakan sesuatu yang disukai manusia karena memang tidak semua hal bisa diungkapkan secara verbal. Di mana pun juga kita pergi, maka simbol-simbol kehidupan menjadi sangat menarik untuk dilihat dan dikaji. Itulah bagian dari peradaban manusia.
Syahdan, simbol cinta yang paling populer adalah mawar merah yang sering dibilang lambang cinta abadi, hanya akan terpisahkan oleh kematian. Legenda itu muncul pertama kali di Italia pada jaman pertengahan.

Seorang pemuda kelas bangsawan rendahan jatuh cinta pada seorang gadis bangsawan yang tingkatannya lebih tinggi. Untuk membuktikan diri kepada orang tua si gadis bahwa ia layak diperhitungkan, pemuda itu bergabung dalam sebuah pasukan yang sedang menuju medan pertempuran.

Singkat kata, dalam peperangan yang seru itu si pemuda terluka parah dan bersimbah darah. Tanpa disengaja, ia tergeletak di kebun bunga yang dipenuhi mawar berwarna putih. Pemuda tersebut lalu memetik sekuntum mawar.

Ia berpesan kepada sahabat yang mendampinginya agar menyampaikan bunga mawar itu kepada gadis bangsawan yang dicintainya. Bunga yang semula berwarna putih itu kemudian rupanya berubah berwarna merah setelah terbasuh darah. Begitu berwasiat, matilah si pemuda.
Bunga mawar tanda cinta itu akhirnya sampai juga ke alamat yang dituju. Masih belepotan darah, disampaikan jua kepada sang putri. Sontak, ia murung, bersedih dan mengurung diri. Sebab, ia merasakan cinta sang pemuda yang begitu agung.

Seorang penyair masa itu meracik kejadian tersebut dalam sebuah cerita yang menarik. Ke mana pun ia pergi, kisah itu selalu dibawakannya. Setiap kali ia bercerita, para pendengar melelehkan air mata karena iba. Akhirnya, banyak orang di Eropa menyimbolkan cinta sejati dengan mawar berwarna merah. Tanda cinta sehidup semati. Simbol cinta lainnya yang dikenal sampai sekarang berupa cokelat. Menurut sebuah penelitian, coklat memiliki zat yang kalau dimakan akan menumbuhkan sebuah gairah cinta dan perasaan berbunga-bunga.

Inilah mengapa cokelat senantiasa menjadi hadiah pada saat perayaan hari kasih sayang atau Valentine. Selain itu, rasa manis dan pahit yang ada pada cokelat juga menunjukkan tentang resiko cinta itu sendiri.

Ada juga yang menyebutkan bahwa simbol cinta adalah apel kristal. Apel sendiri dipahami sebagai buah dari surga sehingga melambangkan cinta. Terkait apel dari kristal karena cinta itu sangat rapuh, sama dengan kristal.

Harus senantiasa hati-hati memegangnya. Bila terlalu kuat atau terjatuh maka akan hancur berkeping-keping. Hati manusia mirip dengan kristal, manakala sudah remuk maka sulit sekali mengembalikan seperti semula.

Di masa kini, simbol cinta sudah mengalami perkembangan yang sangat serius. Bagi kalangan tertentu, cinta digambarkan dalam bentuk berlian: sesuatu yang kecil tetapi mahal. Karenanya, cincin perkawinan biasanya bertatahkan berlian agar kedua mempelai pengantin terus terikat dengan cinta.

Dalam dunia yang semakin materialistis, cinta juga kemudian disimbolkan dengan anak kunci. Laki-laki yang mencintai wanita maka akan memberikan kunci, bisa kunci mobil ataupun kunci rumah baru.

Bahkan, arti cinta dalam keluarga juga melebar sedemikian dahsyatnya. Bila dahulu bunga menjadi hadiah dalam sebuah perkawinan, maka kini lebih disukai dalam bentuk yang lebih riil. Tidak heran, undangan pengantin di Indonesia kadang dibubuhi kalimat,

"Tanpa mengurangi rasa hormat, akan sangat dihargakan apabila tanda kasih yang disampaikan tidak dalam bentuk karangan bunga dan bingkisan." Artinya, di masa kini, uang adalah simbol cinta! Pohon berbuah gembok

Boleh saja di lain tempat cinta disimbolkan macam-macam, tetapi bagi sebagian orang Rusia, cinta lebih digambarkan dalam bentuk gembok. Agak norak sih, tetapi menurut penuturan beberapa orang Rusia, gembok memiliki banyak kesamaan sifat dengan yang namanya cinta.

Berbeda dengan simbol di tempat lain, gembok disini memiliki sifat sejati. Tidak fragile. Walaupun diterjang musim dingin akut, musim semi yang semilir, musim panas yang menyengat, musim gugur penuh hujan, gembok tetap setia dan berfungsi. Tahan terhadap semua cuaca.

Di rusia, cinta lebih dimaknai sebagai sebuah kekuatan yang mampu menggerakkan manusia. Cinta tidak melankolis dan cengeng. Karenanya, gembok juga mempunyai sifat mengamankan. Manakala sang pemilik telah mengunci rumah, mobil atau alamarinya, maka rasa aman akan muncul dalam sanubari.

Demikian juga ketika manusia telah menggenggam cinta, maka rasa aman dan damai akan segera dirasakan. Tanpa cinta, maka kehidupan akan menjadi sangat hampa dan tanpa makna.
Selain itu, gembok selalu menautkan dua hal yang berbeda, mengikatnya menjadi satu untuk tidak mudah dibongkar oleh pihak lain. Sekali bersatu, maka keduanya tidak mudah dipisah. Gembok hanya bisa dibuka oleh sang empunya anak kunci.

Agar didapatkan cinta sejati, maka pemilik gembok harus membuang anak kunci. Mereka akan membelakangi sungai lalu melemparnya ke belakang secara bersamaan. Begitu kecemplung di air, hilanglah kesempatan untuk membongkar gembok. Tidak ada alasan untuk membongkar cinta yang telah ditautkan.

Untuk menfasilitasi konsep cinta yang diyakini oleh masyarakat tersebut, Pemerintah Kota Moskwa telah membuat sebuah jembatan cinta di atas salah satu anak sungai Moskwa dengan sangat indahnya. Lokasinya tidak jauh dari Kremlin.

Selain dihiasi oleh aneka lampu dan ornamen lain yang eksotis, jembatan dibuat khusus bagi pejalan kaki. Persis di ujung jembatan ini ada sebuah tempat pelaminan terbuat dari baja sehingga calon pengantin sering datang kemari hanya untuk mengabadikan momen penting dalam hidupnya. Bahkan, hampir semua turis pun melakukannya.

Melengkapi suasana romatis, di seberang jembatan terdapat taman luas dengan aneka bunga yang selalu dirawat. Di musim semi, bunga mekar di mana-mana. Sedangkan di musim gugur, semua daun pepohonan yang berwarna kuning menambah suasana semakin romantis.

Pada saat salju turun dengan lebat, inilah salah satu tempat wajib kunjung. Setiap saat, siapa pun dapat duduk-duduk menikmati suasana sambil memandang puncak bangunan Kremlin yang terlihat dari balik gedung.Di anak sungai Moskwa yang mengalir pelan itu dipasang aneka macam air mancur yang selalu membuat suasana ceria. Adakalanya memancar ke samping, ke atas, ataupun berputar-putar. Pengunjung dibuat lupa diri bahwa mereka sedang berada di pusat kota metropolitan.

Di bawah jembatan ini, terdapat dermaga kecil dimana pelancong bisa naik perahu ke beberapa titik di kota Moskwa. Setiap saat terdengar suara pemilik kapal yang menawarkan jasanya untuk berlayar mengitari sisi kota Moskwa sambil memadu cinta. “Dawai papliviom na lodke (Ayo pada naik kapal)," serunya.Yang paling atraktif, di tengah-tengah jembatan tersebut ditanam pohon-pohonan yang terbuat dari baja dengan dahan dan tangkai dari besi. Daun dan buah pohon-pohon  itu bisa dibuat oleh siapa saja yang sedang mengangungkan cinta dalam bentuk memasang gembok model dan warna apapun.

Mereka biasanya datang berdua membawa gembok, dikunci lalu anak kuncinya dibuang ke sungai secara bersamaan. Berr, abadilah cinta mereka.

Bagi pelancong yang datang ke Rusia tidak bersama pasangannya, jangan khawatir. Tetap bisa membawa gembok, ditulisi nama diri dan pasanganya, dipasang dan buang anak kuncinya ke arah sungai. Segel cinta Anda tidak berbeda dengan lainnya.

Satu lagi, khusus urusan gembok, wisatawan harus membawanya sendiri dari rumah sebab di sekitar jembatan cinta, tidak ada warung ataupun orang yang menjual gembok. Bawalah yang paling unik, kalau perlu diukir yang indah, atau dicat dahulu dengan warna pink. Makin unik gembok Anda, semakin menjadi perhatian pengunjung yang datang dari seluruh pelosok bumi.

Pohon cinta tidak pernah disia-siakan oleh Pemerintah Kota Moskwa. Pohon yang sudah berdaun dan berbuah lebat, akan dipindahkan ke samping sungai tanpa membuang gemboknya.
Lokasi yang ditinggalkan akan diganti dengan pohon cinta baru yang masih "muda" (belum berbunga dan berbuah). Dapat dipastikan dalam waktu singkat, pohon tersebut akan subur dengan aneka gembok cinta yang bertuliskan dua nama pemiliknya, meskipun ditanam pada saat musim dingin penuh salju.

Sebenarnya, lambang cinta dalam bentuk gembok bukan hanya milik Rusia. Kalau Anda melancong ke ibukota Korea Selatan, Seoul, maka akan didapati juga budaya serupa. Persis di sebelah tower ibukota, wisatawan bisa memasang gembok cinta di pagar yang telah disediakan. Bedanya dengan di Moskwa, di sini tidak diketahui ke arah mana pengunjung harus mengenyahkan anak kunci.

So, apabila Anda kesulitan menemukan simbol cinta dalam bentuk berlian, kunci mobil, uang ataupun bunga mawar merah, mengapa tidak mencoba dengan gembok? Bertandanglah ke ke Moskwa dan pasang gembok yang paling Anda sukai. Jangan lupa menorehkan nama Anda dan pasangan Anda. Mudah-mudahan cinta yang Anda bina bisa abadi.
(M. Aji Surya adalah diplomat Indonesia pada KBRI Moskwa, ajimoscovic@gmail.com)

Sumber  : Kompas 

Berita Terkait : Nongkrong di Maliobo-nya Moskwa 

Selasa, 30 Agustus 2011

Bisnis Musiman : "Omzet Parsel Terjungkal Hingga 80%"

Omzet Parsel Terjungkal Hingga 80%

Yuni Astutik - Okezone / Selasa, 30 Agustus 2011 15:16 wib
 Ilustrasi Foto: okezone
Ilustrasi Foto: okezon
JAKARTA - Penjualan parsel Ibu Sri tahun ini harus terjungkal 70-80 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ternyata ini adalah imbas dari adanya imbauan dari pemerintah untuk tidak menerima bingkisan dalam bentuk apapun termasuk parsel.

"Tahun ini lebih sepi dibanding tahun lalu. Penurunan sampai 80 persen. Coba Anda lihat toko saya, sepi sekali. Padahal sudah siang," ungkapnya kepada okezone saat ditemui di tokonya yang berlokasi di stasiun Cikini Jakarta, belum lama ini.

Wanita asal Yogyakarta ini menjelaskan, tahun ini dagangannya hanya laku 5-10 parsel saja. Padahal di tahun sebelumnya bisa terjual hingga tiga kali lipat.

Dirinya memang sangat menyayangkan imbauan pemerintah untuk tidak menerima bingkisan khususnya parsel. "Ngapain pemerintah ikut campur. Tolong parcel jangan dilarang beberapa hari ini sampai Lebaran," katanya.

Menurutnya, parsel sudah menjadi tradisi untuk bingkisan Lebaran. Jika keadaan seperti ini, dirinya memastikan jika usaha parsel bisa mati.

"Saya maunya tidak dilarang. Seperti tahun lalu misalnya, ada ketentuan boleh menerima dengan harga di bawah Rp1 juta, itu masih lebih baik," akunya.

Parsel yang dijual memang beraneka ragam. Mulai  dari makanan, barang pecah belah, hingga benda kerajinan. Harga yang ditawarkan juga beragam. Mulai dari Rp100 ribu hingga yang termahal Rp1 juta.

Dikatakannya pula, tidak jarang ada barang yang sudah dikirim lalu kemudian dikembalikan. "Kalau seperti itu, karena tidak boleh terima parsel. Otomatis saya harus kembalikan uangnya. Padahal barang sudah dibeli. Resah jadinya," tuturnya.

Namun, wanita yang sudah berjualan parsel 17 tahun ini memang sudah antisipasi dengan kondisi seperti ini. "Pesan makanan untuk bingkisan yang kadaluarsa pada 2013. Masih ada nanti Natal, Tahun Baru. Diharap bisa laku," katanya.

Senada dengan Ibu Sri, Ari yang juga salah satu penjual parsel di Cikini menuturkan jika memang ada penurunan hingga 30 persen. "Memang ada penurunan. Paling sehari terjual tiga sampai lima. Paling banyak lima," tandasnya.
(and )
Sumber : Okezone
 

Serba Serbi : .... "Bandeng 6,3 Kg Senilai Rp 10 Juta "

Tradisi Lelang Bandeng
Bandeng 6,3 Kg Senilai Rp 10 Juta 
Adi Sucipto | Marcus Suprihadi | Senin, 29 Agustus 2011 | 16:49 WIB
 
 
KOMPAS/LASTI KURNIA Ilustrasi lelang bandeng di Gresik
GRESIK, KOMPAS.com- Setiap menjelang Lebaran, di Kabupaten Gresik ada tradisi lelang bandeng dan pasar raya bandeng. Nilai seekor bandeng bisa jutaan rupiah. Selain lelang, juga ada beauty contest bandeng.

Ketua Panitia Lelang, Mohammad Nadjib, saat dihubungi dari Jakarta, Senin (29/8/2011), menyebutkan, pemenang beauty contest bandeng kali ini berhak mendapat hadiah umroh. Dia adalah Askur, warga Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, dengan bandeng seberat 6,8 kilogram.

Pemenang ke-2 Ali Huda, warga Desa Tanjungwedoro, Kecamatan Bungah, menerima hadiah Rp 10 juta dengan bandeng seberat 6 kg. Pemenang ke-3 Safari, warga Desa Mengare, Kecamatan Manyar, dapat hadiah Rp 5 juta dengan bandeng 5,3 kg.

Yang berbeda tahun ini pengunjung yang tidak berduit bisa membeli bandeng dalam bentuk paket. Kepala Humas Kabupaten Gresik, Andhy Endro Wijaya menuturkan, tahun ini disediakan 400 paket bandeng berisi 3 kg bandeng untuk diobral. Saat lelang, harga bandeng bisa mencapai Rp 75.000 per kilogram. Tetapi paket-paket bandeng ini dilepas dengan harga dasar mulai dari Rp 60.000 per paket untuk 3 kg bandeng sampai harga tertinggi Rp 150.000. "Tahun ini yang ikut lelang bukan hanya pejabat, tetapi juga masyarakat," ujar Andhy.

Andhy menjelaskan, pada tahap awal lelang ada 10 paket di lepas dengan harga tertinggi Rp 150.000. Harganya menurun mulai Rp 125.000, Rp 100.000, Rp 75.000 sampai pada harga dasar Rp 60.000 per paket. Pada lelang sesi akhir, bandeng di lepas ke masyarakat dengan gratis asal bisa menjawab benar kuis yang diajukan panitia.
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto juga memberikan paket bandeng secara cuma-cuma kepada 10 orang yang merasa dirinya gemuk dan 10 orang yang kurus, dan yang rumahnya paling jauh dari lokasi lelang di pendopo Kabupaten.
Sumber : Kompas

Senin, 22 Agustus 2011

Serba Serbi Pulang Mudik... "Ingat, Motor Bukan untuk Jarak Jauh! "

Ingat, Motor Bukan untuk Jarak Jauh! 

Penulis: Andy Riza Hidayat   |   | Robert Adhi Kusumaputra   |   | Senin, 22 Agustus 2011 | 13:36 WIB


undefined  
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

DEPOK, KOMPAS.com - Wali Kota Depok Nur Mahmudi Isma'il meminta seluruh jajarannya memberikan perhatian khusus kepada para pengguna sepeda motor yang jumlahnya semakin meningkat. Hal ini dilakukan agar angka kecelakaan dapat berkurang.

Nur juga mengimbau pemudik sepeda motor tidak mengangkut penumpang dan beban yang melebihi kapasitas. Sebab, moda angkutan ini tidak didesain untuk perjalanan jarak jauh.
"Siapkan mental dan fisik yang dilandasi oleh komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Bertindaklah secara tegas namun humanis, dan tempatkanlah pos-pos pengamanan dan pos pelayanan serta secara tepat," ujar Wali Kota Nur ketika menjadi inspektur pada Apel Gelar Pasukan Opersai Ketupat 2011, Senin (22/8/2011) di lapangan Balai Kota Depok.

Menurut Nur, beberapa faktor penyebab kecelakaan di jalan di antaranya peningkatan volume kendaraan yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan, aktivitas pasar tumpah, dan kurang disiplinya para pengguna jalan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Slamet Widodo memastikan akan menindak pengguna sepeda motor yang melanggar aturan lalu lintas.
Jika ada pengguna yang membawa orang maupun barang melebihi kapasitas motor, petugas tidak akan mengizinkan beroperasi. Apel ini diikuti lepolisian, tentara nasional Indonesia (TNI), Satuan Polisi Pamong Praja Depok, para Camat, dan Lurah se-Kota Depok.

Apel gelar pasukan operasi ketupat 2011 bertujuan untuk menunjukkan kesiapan Polri beserta unsur terkait lainnya dalam menyelenggarakan operasi ketupat 2011 sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 1432 H secara aman, nyaman, tertib, dan lancar.
Sumber : Kompas 

Jumat, 12 Agustus 2011

Serba Serbi.....Suka Duka Sopir Truk di Jalur Rawan Kejahatan

erSuka Duka Sopir Truk di Jalur Rawan Kejahatan

Awaludin - Insaf Albert Tarigan - Okezone 

(Foto: indonetwork.co.id
BANYUMAS - Didi (43), tampak lahap menyantap makan malam di sebuah warung di daerah perbukitan dengan jalan berkelok-kelok di Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Sore baru saja berlalu berganti malam. Dari warung makan sederhana itu cahaya bulan tampak menembus hutan pinus di perbukitan dan memantul di kaca depan Truk Hino 500 milik Didi yang parkir di halaman.

"Silakan Pak," katanya tersenyum sambil memegang es cendol seraya bangkit dari tempat duduknya ketika melihat tim okezone berdiri di depan pintu warung.

Saat berbincang-bincang, Didi menceritakan pahit manisnya mengemudikan truk di jalur Selatan ini, khususnya lagi di sepanjang jalan dari Tasikmalaya menuju Cirebon yang oleh para sopir truk dikenal sebagai 'jalur garong'.

Ya, daerah ini rawan kejahatan karena tak ada lampu penerangan, pos polisi atau perumahan penduduk. Di sebelah kiri kanan jalan hanya terdapat sawah, hutan dan perbukitan.

Para penjahat yang juga dijuluki bajing loncat itu bukan garong sembarangan karena biasanya beraksi sambil mengendarai mobil pribadi seperti Daihatsu Avanza atau Toyota Kijang. Sasarannya adalah para pengemudi truk yang tengah berhenti untuk istirahat seperti Didi, atau sopir yang tertidur di pinggir jalan karena kelelahan.

"Tiga minggu lalu saya baru digebukin oleh garong di Majenang. Mereka ngambil AS roda waktu saya tidur di depan. Pas bangun saya pergokin garongnya dua orang, mereka udah ngambil 2 AS," katanya Didi. "Ini mata saya bengkak semua digebukin, masih ada bekasnya," tambahnya sembari menunjuk ke mata kirinya.

Didi menceritakan, ketika ia memergoki dua penjahat tengah mencuri AS roda truk yang dikendarainya, ia mencoba menghajar mereka. Sayangnya, duel tak berjalan seimbang karena ternyata penjahat tersebut berjumlah 6 orang. Sebanyak empat lainnya menunggu di mobil Toyota Kijang yang diparkir tak jauh dari lokasi guna mengawasi situasi.

"Ketika saya mau ngambil besi di depan, temen-temennya pada datang saya abis digebukin. Mereka pintar, hajar mata dulu jadi saya enggak bisa melihat," katanya.

Lalu mengapa mereka mengincar AS roda? "Karena harganya mahal pak, satu biji Rp9 juta," katanya.

Ketika itu, Didi melanjutkan, empat AS roda truknya senilai Rp36 juta berhasil digondol maling. Dia pun terpaksa menanggung utang Rp13 juta kepada bos pemilik truk yang mempekerjakannya. "Saya bayar cicil, habis gimana, lagi apes," katanya.

Selain mengincar AS roda, penjahat juga biasanya menargetkan ban serep. Meski terkunci sangat rapat, para garong tetap bisa mengambil tanpa kesulitan karena mereka menggunakan cairan kimia yang bisa meluluhkan besi. "Ditetesin cairan kimia langsung hancur besinya. Bannya diambil deh, satunya saja Rp3,8 juta Pak," kata Didi.

Menurut Didi, para penjahat biasanya beraksi di atas pukul 00.00 WIB. Kejadian yang menimpa dirinya misalnya, terjadi pada pukul 03.00 pagi ketika ia tengah tidur untuk beristirahat di Majenang.

Tadinya, para juragan truk yang melewati jalur ini sudah menyetor ke organisasi keamanan Gajah Oling sebesar Rp1 juta per bulan. Namun, belakangan dikabarkan organisasi itu terpecah, sehingga para sopir truk bertanggungjawab sendiri atas keamanan truk yang mereka bawa.

"Yah pokoknya sekarang, kalau di atas jam 12 malam kita enggak berani lewat. Kalau di bawah itu masih aman," ujar Didi yang malam itu tengah mengangkut pasir besi ke Cilacap.

Tiap kali mengangkut barang, Didi mengaku mendapat uang jalan sebesar Rp2 juta untuk kebutuhan solar, membayar pungutan di jembatan timbang dan makan. "Sisanya ya paling Rp100 sampai Rp200 ribu bersihlah," katanya.

Di akhir pembicaraan, Didi menyampaikan harapan agar petugas kepolisian mengintensifkan patroli di sepanjang jalur tersebut demi meningkatkan keamanan para pengendara. Bahkan, bila perlu polisi mendirikan pos jaga di titik-titik tertentu. "Jangan hanya di kota saja posnya," katanya.

Didi juga berterus terang mengenai alasannya langsung berdiri dari tempat duduknya saat melihat kedatangan tim okezone yang mengendarai mobil Toyota Avanza silver.

"Saya trauma Pak, melihat mobil beginian, karena kemarin penjahatnya mobilnya begini. Makanya tadi saya langsung melihat bapak,"katanya.

Pengakuan itu membuat kami sama-sama tertawa. (ful)
Sumber : Okezone

Jumat, 05 Agustus 2011

Serba Serbi....'Sistem Tanam Paksa' di Museum Bank Mandiri'

'Sistem Tanam Paksa' di Museum Bank Mandiri'

Pasha Ernowo - Okezone

Museum Bank Mandiri (foto: museumku.wordpress.com)
Museum Bank Mandiri (foto: museumku.wordpress.com)
KEJAYAAN bisnis zaman kolonial Belanda, terutama pada era 1930-an, masih tergurat jelas di Museum Bank Mandiri di Jalan Lapangan Stasiun Nomor I Jakarta Barat.

Sisa kejayaan itu langsung terasa begitu memperhatikan kemegahan gedung museum yang dulunya merupakan kantor Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM) atau disebut juga Gedung Dagang Belanda itu.

Lembaga itu sendiri merupakan badan operasi sistem tanam paksa yang merupakan reinkarnasi dari VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) atau Perserikatan Perusahaan Hindia Timur. VOC yang didirikan tahun 1602 jatuh bangkrut di ujung tahun 1799 akibat korupsi yang merajalela. Bank NIHB (Nederlansch Indische Handelsbank) lengkap dengan ruangan Kasir Cina-nya dulu juga berkantor di gedung NMH ini.

Rekaman kejayaan bisnis masa kolonial itu lebih terasa lagi saat memasuki lobi. Papan petunjuk dalam bahasa Belanda terpampang jelas di lobi ruangan utama yang merupakan tempat transaksi keuangan. Beragam alat operasional, alat transaksi, produk perbankan, contoh uang serta dokumen pembukuan terpajang di situ.

Pengunjung misalnya dapat melihat Groot Boek (Buku Besar) NHM untuk laporan tahun 1933-1937 yang ditulis tangan dengan sangat rapi. Buku itu ukurannya 67x54x13 cm, tebalnya 334 halaman dan bobotnya 28 kilogram.

Buku Besar itu digunakan NHM untuk mencatat laporan keuangan yaitu rincian perkiraan perubahan debet dan kredit untuk dilaporkan di setiap akhir bulan, serta laporan keuangan dari agen-agen NHM di Surabaya, Semarang, Padang, dan Anyer.

Pengunjung juga dapat merasakan sensasi berada dan duduk di ruangan presiden diretur NHM era tahun 1930-an di lantai tiga atau menjelajahi lantai satu di mana terdapat peti uang dan brankast dari Escomptonbank Bandung yang berat daun pintunya saja mencapai ratusan kilogram. Pokoknya, apa yang dahulu tertutup untuk umum sekarang terbuka semuanya. Anda pun bisa berkelana ke masa lalu ke tahun-tahun 1920-an dan 1930-an

Bekas kantor NHM itu mulai dibangun tahun 1929 oleh Biro Konstruksi NV Nedam. Foto-foto proses pembangunan gedung itu tersedia lobi di lantai dua. Pembangunannya selesai tahun 1933 dan mulai digunakan tahun itu juga. Peresmiannya dilakukan oleh CJ Karel van Aalst, presiden ke-10 NHM.

Bangunan tersebut dirancang tiga arsitek Belanda yaitu J de Bryun, AP Smiths, dan C Van de Linde dengan gaya art deco yang masih dipengaruhi gaya klasik. Pola tata ruangnya mengikuti pola street and square pada kota-kota lama di Eropa, di mana gedung-gedung dibangun berkelompok menyerupai pulau yang dikelilingi oleh jalan.

Lantai dasarnya dinaikkan setengah lantai sehingga koridor di sepanjang muka bangunan tetap memiliki privasi walaupun bangunan langsung berhubungan dengan ruang publik. Selain itu, ornamen pada dinding terluar mengingatkan orang pada relief bangunan candi walaupun ragam hiasnya adalah pola geometris. Penyelesaian akhir pada bagian atas merupakan penyederhanaan bentuk mahkota.

Bangunan empat lantai itu menempati lahan seluas 10.039 meter per segi dengan total luas bangunan mencapai 21.509 meter per segi.

Pada tahun 1960 pemerintah Indonesia menasionalisasi NHM. Bekas kantor NHM itu lalu menjadi salah satu kantor pusat Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor. Tahun 1965 beralih jadi Kator Pusat Bank Negara Indonesia (BNI) Unit II. Lalu bersamaan dengan lahirnya Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) pada tahun 968, gedung ini pun menjadi kantor pusat Bank Exim. Saat Bank Exim merger dengan tiga bank pemerintah yang lain lalu menjadi Bank Mandiri pada tahun 1999, gedung itu menjadi salah satu aset Bank Mandiri.

Sekarang bekas kantor pusat operasi sistem tanam paksa di zaman Belanda itu menjadi museum. Museum ini buka pada hari Selasa sampai Minggu dari pukul 09.00 sampai pukul 16.00 dan tutup pada hari Senin dan libur nasional
(uky)

Sumber : Okezone