Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2011

5 Penyebab Mobil Mengalami Kecelakaan


Ilustrasi



JAKARTA, Dirgantara Info Media — 
Ada beberapa faktor yang menyebabkan mobil mengalami kecelakaan lalu lintas, misalnya terbalik, seperti yang dialami penyanyi Saipul Jamil yang mengakibatkan sang istri meninggal. Untuk itu, pengguna mobil perlu mengetahui hal-hal yang bisa diantisipasi lebih awal agar tidak mencelakakan diri sendiri atau orang lain.

Berikut ini 5 penyebab yang patut diwaspadai:

1. Genangan air. 
Memasuki musim penghujan, dapat dipastikan banyak genangan yang tercipta akibat kondisi jalan yang tidak mulus atau bergelombang. Melaju dengan kecepatan di atas 60 km per jam membuat daya cengkeram ban pada aspal mulai berkurang, bahkan bisa hilang. Air merupakan materi penghalang antara ban dan permukaan jalan. Akan lebih berbahaya lagi ketika tapak ban Anda sudah tipis. Kecenderungan yang kerap terjadi adalah mobil secara tiba-tiba akan menarik ke kanan atau ke kiri.

2. Pecah ban. 
Hal ini sama bahayanya dengan genangan. Bukan hanya mobil yang susah dikendalikan, melainkan mobil juga bisa tiba-tiba oleng dan terbalik karena beda ketinggian mobil akibat ban meletus. Apalagi saat melaju dalam kecepatan yang cukup tinggi. Pastikan bahwa kondisi ban Anda masih layak digunakan.

3. Jalan bergelombang. 
Ketika mobil melaju kencang dan melewati gelombang, yang terjadi adalah mobil sedikit melayang. Bahkan, bagian belakang sering tak bisa diatur, terlebih jika kondisi suspensi sudah jelek. Jalan yang tidak rata ini menyebabkan mobil melayang karena ban tidak menempel dengan baik sehingga kehilangan traksi.

4. Rem blong ataupun slip. 
Hal ini sudah pasti akan membuat mobil lepas kontrol dan sulit untuk diperlambat. Apalagi pada mobil dengan transmisi otomatis yang hanya mengandalkan rem tanpa engine brake. Sebaiknya selalu lakukan pengecekan pada sistem pengereman sebelum bepergian.

5. Human error
Faktor ini merupakan penyumbang terbesar kecelakaan lalu lintas. Beberapa contohnya adalah memacu kendaraan melampaui kemampuan mengemudi, mengantuk, reaksi yang berlebihan ketika mobil mengalami gejala negatif pengendalian, seperti limbung, oversteer, ataupun understeer. Selain itu, menurunnya konsentrasi pengemudi karena sibuk ber-SMS, telepon, dan makan sambil menyetir.

Menurut Fitra Eri, instruktur dalam beberapa event safety driving dan pebalap nasional, "Kesimpulan dari kelima hal di atas adalah mobil akan menjadi sulit dikendalikan saat ban kehilangan traksi. Dan, penting untuk diingat, berkendaralah sesuai dengan kemampuan, serta tetap waspada dan konsentrasi."

Sumber : Kompas  

Berita Terkait : 
Pelaku Usaha Transportasi Disudutkan

Sabtu, 17 September 2011

Jangan Pilih Es Krim Saat Berkencan

minum kopi bisa meningkatkan kehangatan saat kencan


KOMPAS.com - Menyeruput secangkir cokelat hangat sambil berselimut tebal saat hujan turun pastinya sangat nikmat. Atau mandi dengan air hangat usai menghadapi situasi kantor yang menyebalkan, pasti sangat menyegarkan. Hal ini membuktikan bahwa suhu hangat bisa menjadi kunci untuk menghangatkan perasaan dan menenangkan hati.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ijzerman dan Semin, penulis buku The Thermometer of Social Relations: Mapping Social Proximity on Temperature, menunjukkan adanya hubungan antara kehangatan fisik dengan kehangatan psikologis. Sebagai contohnya, duduk di sebuah ruangan yang hangat bisa membuat Anda dan pasangan lebih dekat satu sama lainnya.

Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan William dan Bargh dalam bukunya yang berjudul Experiencing Physical Warmth Promotes Interpersonal Warmth. Menurut mereka, minum secangkir kopi panas bisa membantu Anda lebih tenang dan bersikap lebih baik. Secangkir kopi panas juga bisa membuat Anda dan pasangan lebih nyambung dan santai saat berkencan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa bagian otak yang sama bereaksi terhadap kehangatan fisik yang berimbas pada kehangatan psikologis.

Kehangatan psikologis bisa membuat Anda merasa tenang dan lebih baik. Hal inilah yang kemudian akan memberikan suatu perasaan nyaman dan tenang ketika sedang ngobrol dengan si dia. Suasana hangat dan ketenangan hati membantu Anda untuk bersikap lebih baik di hadapan pasangan, sehingga si dia makin terpikat.

Namun, hal kebalikannya pun berlaku juga. Perasaan yang dingin, yang disebabkan oleh sesuatu yang dingin seperti memegang es batu, akan berpengaruh pada perasaan hati seseorang. Orang yang merasa kedinginan akan merangsang jaringan saraf dan bagian otak lainnya sehingga menciptakan perasaan sendirian dan diacuhkan orang lain. Faktanya, membuat orang dalam suasana "dingin" cenderung lebih memberikan efek negatif daripada saat merasakan hangat dan dicintai.

Maka, akan lebih baik jika Anda mengajak pasangan berkencan dan menikmati kopi dibanding dengan menikmati es krim. Namun, hal ini tidak berarti bahwa semangkuk es krim yang menyegarkan selalu berdampak negatif pada pasangan. Sah saja jika ingin menikmati es krim saat kencan, karena dinginnya es krim malah bisa mendinginkan suasana hati yang sedang panas. Seperti yang diungkapkan Wang dan Anderson, penulis buku Is The Curve Relating Temperature to Aggression Linear Or Curvilinear?, bahwa suhu panas dalam diri seseorang bisa saja berhubungan dengan perilaku agresif seseorang. Jika mengalami hal ini, maka es krim bisa saja mendinginkan suasana dan hati-nya.


Sumber : Famale Kompas